Rabu, 30 Juli 2008

LAZ TPU AL Mumtaz tebar 1000 keramba untuk kaum dhuafa


Program Pemberdayaan oleh Lembaga Amil Zakat TPU AL Mumtaz , saat ini merambah ke desa sungai itik,program ini di kemas dengan konsep pemberdayaan ekonomi berbasis kebutuhan, atau lebih di sebut pemberdayaan sesuai dengan potensi daerah setempat dengan sebutan kampoeng mandiri. Ungkap Koordinator program Kampoeng Mandiri ibnu Hajar Jum’at 18/06 kemaren

Kampoeng mandiri (KM)adalah program bentukan LAZ TPU Al Mumtaz yang bertujuan ingin mengentaskan kemiskinan di pedesaan, Program ini di cetuskan pada bulan april lalu, saat ini KM mengelola program tebar keramba khusus ikan lele di desa sungai itik kecamatan Kakap, yang mentargetkan tebar 1000 keramba, yang sudah tersebar sat ini 30 keramba, dengan jumlah benih 23 ribu,dan di kelola oleh 10 kepala keluarga.

Program tebar ikan lele yang telah di laksanakan berjalan dengan lancar karena bebarapa hari lalu telah panen, “alhamdulillah saat ini petani keramba ikan lele yang kami bina sudah mulai panen, dengan umur ikan lele sekitar satu bulan duapuluh hari, saat ini sebagian saja keramba yang di panen, tetapi sudah mencapai 3 ratusan kg” ujar alumni Fakultas Perikanan univ Muhammadiyah ini.

Pola yang diterapkan program kampoeng mandiri ini tidak saja memeberikan skill tentang perikanan, selain itu petani juga di berikan kemampuan manajeman, sekaligus pemasarannya. Untuk membantu petani, KM juga menyediakan Counter lele, yakni pusat pasar lele yang bertujuan menjualkan ikan lele para petani , di Counter Lele inilah pusat pertemuan antara petani lele dengan konsumen, pola yang di terapkan adalah dengan pola kemirtaan, yakni Cuonter lele adalah hasil dari infestasi petani lele dan konsumen (salahsatunya warung pecel lele) sehingga harga ikan bisa di spakati bersama, tanpa harus ke tangan tengkulak, dengan demikian harga ikan bagi pembeli lele tidak terlalu tinggi dan bagi petani juga tidak terlalu rendah(lebih stabil).

Di tempat yang terpisah Eko Novianto selaku Direktur Lembaga amil zakat TPU Al mumtaz membenarkan program tersebut, pada umumnya dana zakat di berikan masyarakat adalaha hanya program zharity, dan apa yang di berikan akan habis sesaat, sehingga perlu trobosan baru dengan pengelolaan berbasis pemberayaan, sehingga apa yang di berikan ke pada masyarakat miskin tidak habis begitu saja. Saat ini LAZ TPU ALmutaz menerapkan program Kampoeng mandiri, yang pusat kegiatanya di sungau itik, dengan metode kelompok, sehingga pengkoordiniranya lebih efektif.

Sedangkan ketua kelompok tani keramba ikan lele, Usman Brima yang sekaligus warga sungai itik mengungkapkan sangat berterimakasih atas program yang di berikan oleh LAZ TPU Al Mumtaz, karena saat ini ia bisa melakukan pekerjaan sambilan dan bisa sedikit meringankan beban keluarga.

Usman adalah salah satu binaan LAZ TPU Al Mumtaz yang saat ini belum mempunyai pekerjaan tetap, tetapi ia tidak pernah putus asa untuk tetap bekerja, dengan gigihnya ia bekerja apa saja yang dapat di kerjakan yang penting halal, termasuklah membantu desa dalam pembagian raskin di sungai itik ”saya akan tetap bekerja walaupun terkadang membantu desa membagikan raskin ke masyarakat sekitar”. Ujarnya.

(C) 2008 Media Center

TEBAR PEDULI 1000 ANAKU (ANAK ASUH KHATULISTIWA)



Lembaga Amil Zakat Tabungan Peduli Ummat Al-Mumtaz (LAZ TPU Al-Mumtaz) yang beralamat di Jl. Suwignyo Pontianak, adalah lembaga nirlaba yang konsen menghimpun dana Zakat, Infaq, Shadaqah dan Wakaf. Salah satu bentuk pemberdayaan (penyaluran) dana tersebut yaitu melalui bantuan biaya pendidikan untuk anak-anak dhuafa yang di kelola khususnya pada divisi pendidikan LAZ TPU Al-Mumtaz Pontianak. Salah satu programnya yaitu program ANAKU (Anak Asuh Khatulistiwa) dikhususkan untuk anak SD di kota Pontianak. Mulai Bulan Juni 2008 LAZ TPU Al-Mumtaz mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berbagi peduli dengan menyisihkan sebagian harta untuk membantu pendidikan mereka melalui Tebar Peduli 1000 ANAKU (Anak Asuh Khatulistiwa). Untuk berpartisipasi menjadi orang tua asuh, caranya dengan mendaftarkan diri menjadi donatur (Orang Tua Asuh) dan menyalurkan donasinya sebesar Rp. 100.000/anak setiap bulannya.

Biaya yang di sumbangkan oleh donatur sebesar Rp.100.000/bulan akan digunakan untuk biaya-biaya sebagai berikut:

1. Biaya Pendidikan termasuk biaya SPP, biaya buku, dan uang saku

2. Biaya kesehatan termasuk biaya pengobatan bila sakit, dan tambahan makanan bergizi

3. Biaya pembinaan Agama yaitu biaya baca tulis Al-Quran, dan pembinaan Ruhiyah.

4. Biaya pendampingan & administrasi yaitu biaya pendampingan/pemantauan anak asuh, serta laporan perkembangan anak.

Tujuan dari program Anak Asuh ini yaitu:

a. Membantu biaya pendidikan

b. Meningkatkan kepribadian Islam

c. Meningkatkan kualitas keilmuan bagi generasi muda

Untuk donatur (orang tua asuh) akan mendapatkan laporan perkembangan anak asuhnya melalui laporan yang akan di buat oleh divisi pendidikan LAZ TPU Al-Mumtaz dan orang tua asuh dapat meninjau langsung ke rumah anak asuh yang di biayai. Dengan menjadi donatur kita telah berinvestasi untuk masa depan yang cerah bagi mereka.

Dana dapat disalurkan dengan:

1. Diambil oleh tim jemput infaq LAZ TPU Al-Mumtaz

2. Diantar langsung ke kantor LAZ TPU Al-Mumtaz

Call center: (0561)7005656

Alamat kantor: Lembaga Amil Zakat Tabungan Peduli Ummat Al-Mumtaz

Jl. H.M. Suwignyo (samping Gg. Suwignyo 1) Pontianak

Media Center LAZ TPU Al-Mumtaz

Minggu, 27 Juli 2008

PERHATIAN

Untuk sementara BLOG ini sedang dalam perapian.
Terimakasih