Selasa, 20 Januari 2009

KADO BUAT SI MISKIN

Pakaian lusuh, wajah murung, renge’an tangis bayi pun terdengar, laki-laki setengah baya beserta seorang ibu yang sedang menggendong anaknya, mendatangi kami di kantor pemberdayaan, lalu kami pun segera menyapanya dan mempersilahkannya masuk. “Silahkan masuk pak dan ibu. Ada yang bisa saya Bantu?” Tanyaku sambil memperhatikan keadanya, dengan serta merta ia menjawab, “Maaf pak, saya di sini di beritahukan teman saya, katanya kalau lagi kepepet datang aja ke LAZ TPU Al Mumtaz, saat ini kami lagi kepepet pak.” Ungkapnya.

Ia terus menjelaskan “Sedangkan keperluan saya disini ingin memohon bantuan untuk pembuatan rumah karena saat ini rumah saya akan di gusur oleh pemilik tanah untuk keperluan pembangunan mesin padi, sehingga kami tidak punya tempat tinggal lagi.” ujarnya penuh pengharapan.
“ Ibu dan bapak tinggal di mana sekarang?’ tanyaku ingin tahu. Lalu ia menjelaskan dengan panjang lebar bahwa ia tinggal di pal 13, yang sebelumnya ia tinggal di jeruju ikut orang tuanya. Konon sebelum tingal di jeruju ia tinggal di punggur, numpang di tanah orang buat rumah gubuk. Tetapi karena ada proyek penanaman kelapa sawit ia harus pergi dari rumah tumpanganya tersebut, kemidian ia kembali tinggal di rumah orang tuanya, karena ketidak nyamanan tinggal di rumah orang tua, kemudian ia memutuskan berusaha mandiri dan menetapkan tinggal di tanah kosong berlokasi di Pal 13 yang sebentar lagi akan di gusur, itulah yang di alami oleh pak Sukri bersama istrinya yang sehari-harinya berprofesi sebagai buruh tani, sampai saat ini untuk keperluan makan terkadang masih di kirim orang tunya.
Ia pun terus bertutur kata menumpahkan perasaan yang di alami. Di celah itu kami memperhatikan anaknya yang terus meronta-ronta dalam gendongan, dengan kondisi tubuh kurang normal, badan kurus perut agak besar sedang mata agak cekung, pada saat kami menanyakan ternyata ia mengindap gizi buruk dan sakit-sakitan.

Lalu kamipun menanyakanya, ”Mengapa tidak pergi ke Rumah sakit bu?” ujarku ingin tahu. Ia segera menjelaskan dan menyampaikan bahwa anaknya sudah di bawa ke puskesmas, tetapi tidak kunjung membaik. Dan akhirnya kami pun menyarankanya segerah mengurus askeskin. Ia bertekat ingin sekali memeriksa dan mengobatkan anaknya ke rumah sakit, setelah surat-surat terurus karena saat ini tidak punya biaya berobat.
Mengenai kedatangannya ke kantor, ia ingin mohon bantuan perehapan rumah. Awalnya ada perasaan sangsi apa yang di ungkapnya, ”Benar tidak ya?.” perasaanku terus berkata-kata. Ia menceritakan kodisi rumahnya yang akan di gusur sedemikian rupa, luas rumah sekitas 4x6 meter. Dengan lantai tanah dan kayu papan, dinding beserta atapnya terbuat dari daun nipah yang sudah rapuh.

Sebagaimana mustahik (orang yang berhak menerima zakat) lain, sebelum kami mengeluarkan bantuan, maka kewajiban kami adalah melihat kondisinya secara real di lapangan, beberapa hari kemudian kamipun survey lokasi.

Sejauh mata memandang terlihat padi menghijau terhampar luas, ditepian sungai terlihat gubuk berjajar tidak beraturan, di rindangi oleh pohon kelapa dan pisang. Sesampainya di sana, saya bertanya kepada penduduk setempat yang sedang menganyam atap daun nipah. Merekapun menunjukkan apa yang kami tanyakan. Tampak jelas mataku memandang, dua rumah gubuk yang dinding dan atapnya terbalut daun nipah, yang satu sudah terlihat reot dan yang satu lagi baru di bangun (setengah jadi).
Kemudian saya memengahampiri rumah tersebut, tampak didalamnya berjejal empat orang, di antaranya nenek tua, dua anak kecil dan wanita masih agak muda, itulah tanggungan pak Sukri. akhirnya pak Sukri Segera menghampiriku. Ternyata apa yang di ceritakan beliau semuanya adalah benar, rumah setengah jadi yang terbalut daun nipah belum jadi tersebut adalah calon rumah barunya, bahkan daun nipah yang sudah terpasang merupakan bantuan dari tetangganya.

”Alhamdulillah pak saya masih bisa numpang di tanah ini, untuk bangun rumah baru” ujarnya bersyukur.
Beberapa hari kemudian kami segera memberikan bantuan hibah, yang dananya bersumber dari donatur, berupa kepingan kayu papan, atap daun dan kayu untuk menyanggah lantai. Selain bantuan perehapan rumah untuk ekonomi produktif kami memberikan bantuan kebaikan berupa kambing dan uang yang akan di kelolanya. Mudah-mudahan bantuan tersebut bisa bermanfaat di kemudian hari.
Keadaan ini mengingatkan kami betapa pentingnya membantu mereka, sebenarnya masih banyak lagi mustahik (orang yang berhak menerima zakat) yang semisal denganya.

Tebar Manfaat Qurban Bersama LAZ TPU Al Mumtaz

Borneo Tribune, Pontianak

Menghadapi hari Raya Idul Adha 1429 H, LAZ TPU Al Mumtaz menyelenggarakan layanan social, berupa penghimpunan dan penyaluran Hewan Qurban. Penghimpunan yang dilakukan oleh LAZ TPU Al Mumtaz telah sejak awal tahun 2008 dimulai, di mana setiap masyarakat yang hendak melakukan Ibadah Qurban, LAZ TPU Al Mumtaz memberikan pelayanan melalui program Tabungan Hewan Qurban.
Pada dasarnya, THQ memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengumpulkan dana qurban, sekaligus memberikan pendidikan social, membiasakan masyarakat untuk menabung.
Untuk penyaluran pada tahun ini, LAZ TPU Al Mumtaz melaksanakan program Tebar Hewan Qurban di beberapa kabupaten, melalui sejumlah cabang perwakilan LAZ TPU Al Mumtaz.
Adapun hewan qurban, dibeli dalam bentuk kemitraan dengan beberapa peternak, terutama dengan pola kemitraan dengan salah satu pasantren yang ada di kabupaten Kubu Raya. Dengan demikian, secara tidak langsung dapat membantu ekonomi peternak, dengan membeli secara langsung kepada petani;
Untuk mengikuti program Tabungan Hewan Qurban tahun 2009 atau Qurban tahun ini, cukup menghubungi kami melalui SMS center : 085245249879 atau telp di (0561) 7005656. Adapun harga untuk hewan Qurban saat ini Kambing : Rp. 950.000,00 dan Sapi : Rp. 7.180.000/Ekor.
Apa saja keuntungan yang anda dapatkan dari program THQ ini? pertama anda tidak perlu direpotkan lagi berburu kambing atau sapi. Dengan sejumlah petani kambing mitra binaan LAZ TPU Al-Mumtaz kami menjamin stok kambing senantiasa tersedia tentunya dengan harga yang relatip murah dan stabil.
Kedua dengan pengawasan yang ketat baik secara syarie maupun medis menjamin hewan qurban yang anda dapatkan akan sesuai dengan ketentuan hewan qurban yang berlaku, Ketiga penyebaran hewan qurban yang anda salurkan juga tentunya mnjadi perhatian besar kami. Guna ketepatan sasaran tentunya semua target penyaluran telah melalui surfei yang dilakukan tim pemberdayaan kami sehingga qurban yang anda salurkan menjadi semakin berkah, akan tetapi tidak menutup kemungkinan penyaluran dapat melalui persetujuan antara pengqurban dan pihak kami tentunya.
Selain itu THQ juga memiliki efek yang sangat besar karena selain penerima daging kurban manfaat dari program ini juga dirasakan langsung oleh para peternak binaan kami. Bagi anda yang berkeinginan bergabung ataupun ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami melalui Costumer service LAZ TPU Al-Mumtaz melalui nomor 0561 7005656 dan kami juga mengundang kehadiran anda ke kantor kami di Jalan Suwignyo Gg. Suwignyo I (Satu), kami juga merasa senang dan terbuka bagi anda yang ingin berkonsultasi maupun membincangkan hal ini di rumah, kantor ataupun instansi anda. (Media Center LAZ TPU Al-Mumtaz-Yon K/Advetorial)